Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Polusi
Masih Tentang Ilmu biologi, postingan kali ini saya ketengahkan materi tentang Polusi, mau tahu lebih dalam??
Selamat membaca....
Polusi
atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan,
atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau
oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke
tingkat tertentu
yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi
lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
| Zat
atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan.
Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya
dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya,
karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi
tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan
efek merusak. Suatu zat dapat disebut polutan apabila: 1. jumlahnya melebihi jumlah normal 2. berada pada waktu yang tidak tepat 3. berada pada tempat yang tidak tepat |
Gbr.
Lingkungan Dikelilingi Polusi
|
Sifat
polutan
adalah:
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
2. merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
2. merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
MACAM-MACAM PENCEMARAN
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat
terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
- Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran
dapat
digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1. Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.
- Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
-
Gas CO dan COz. Karbon monoksida
(CO) tidak berwarna dan tidak berbau,
bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna
dari
bahan buangan mobil dan mesin letup.
Gas COZ dalam udara
murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat mengganggu
pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di bumi
dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas. Pemanasan
global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumahkaca.
- Partikel SOZ
dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk
embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat mengganggu
pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus,
bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
- Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih. Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang
artinya jumlah
cm3 polutan per m3 udara.
2. Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
- Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.
-
Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02
di air berkurang
sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
- Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga). Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis karena sinar matahari terhalang. Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
3. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
- a. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng
- b. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)
- c. zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
4. Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, dll.
- Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam
(Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk
anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
- Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar
dan waktu
(lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu
sebagai berikut
:
- Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
- Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
- Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
PARAMETER PENCEMARAN
Dengan
mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian
akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu
sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan
indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik.
Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau
BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.
Semoga Bermanfaat......
Senin, 21 Mei 2012
Apa itu DNA?
Bagi anda yang kebetulan senang mendalami ilmu Kimia (biokimia), kali ini saya coba sajikan salah satu tulisan mengenai DNA.
Selamat Membaca.....
Tentunya diantara anda pernah mendengar atau melihat suatu peristiwa kecelakaan yang menyebabkan korban yang meninggal sulit untuk diidentifikasi, sehingga memerlukan analisa kecocokan DNA yang bertujuan menggungkap identitas si korban dari segi susunan keturunan yang dicocokan dengan keluarga si korban tersebut.
Dalam ilmu Hereditas, yaitu ilmu tentang pewarisan sifat-sifat fisik,
biokimia dan perilaku dari suatu makhluk hidup kepada keturunannya.
Sifat-sifat menurun ini dikendalikan oleh substansi genetika yang
disebut DNA (Deoxyribo Nucleic Acid = Asam Deoksribo Nukleat), yang
terdapat di dalam gen. Gen terkandung di dalam kromosom, yang terletak
di dalam inti sel.
Pengertian DNA
DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama
- gugus fosfat
- gula deoksiribosa
- basa nitrogen, yang terdiri dari:
- Adenina (A)
- Guanina (G)
- Sitosina (C)
- Timina (T)
Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang
berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima),
yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui
ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan
atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan
RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
Penemu DNA dan RNA adalh seorang ahli kimia berkebangsaan jerman, Frederich Miescher (1869), yang menyelidiki susunan kimia dari nucleus, zat yang mengandung fosfor sangat tinggi dalam nucleus tersebut mula – mula disebut nukleat.
Dengan penelitian lebih lanjut diketahui bahwa asam nukleat tersusun atas nukleotida – nukleotida sehingga merupakan polinukleotida. Satu nukleotida terdiri dari nukleosida dan fosfat (PO4 - ) . sedangkan nukleosida terdiri dari sebuah gula pentose dan sebuah basa nitrogen (purin / pirimidin). Jadi nukleosida adalah nukleotida yang tanpa fosfat, sedang nukleotida adalah nukleosida + fosfat + basa nitrogen.
Asam Deoksiribo Nukleat merupakan molekul kompleks yang dibentuk oleh tiga macam molekul, yaitu:
1. Gula pentose (deoksiribosa)
2. Fosfat (PO4-)
3. Basa nitrogen , yaitu:
a. Purin : guanine (G) dan adenine (A)
b. Pirimidin : Timin (T) dan sitosin (S)
1. Gula pentose (deoksiribosa)
2. Fosfat (PO4-)
3. Basa nitrogen , yaitu:
a. Purin : guanine (G) dan adenine (A)
b. Pirimidin : Timin (T) dan sitosin (S)
Rumus Bangun Basa Nitrogen
Jadi satu molekul nukleotida yang terdiri dari ikatan gula basa dan fosfat yang menyusun DNA dapat berbentuk:
1. Adenin nukleosida = adenine deoksiribosa fosfat
2. Guanine nukleosida = guanine deoksiribosa fosfat
3. Sitosin nukleosida = sitosin deoksiribosa fosfat
4. Timin nukleosida = timin deoksiribosa fosfat
1. Adenin nukleosida = adenine deoksiribosa fosfat
2. Guanine nukleosida = guanine deoksiribosa fosfat
3. Sitosin nukleosida = sitosin deoksiribosa fosfat
4. Timin nukleosida = timin deoksiribosa fosfat
Berdasarkan hasil penelitian Franklin dan M.H.F wilkins pada DNA dengan menggunakan sinar X , J.D Watson dan F.H.C Crick (1953) mengemukakan suatu model gen, yang terkenal dengan nama double helix(ukir rangkap / tangga berpilin). Mereka akhirnya mendapatkan hadiah nobel pada tahun 1962.
Struktur kimia gen (DNA) menurut Watson – crick yang berupa tangga berpilin /ulir rangkap tersususn atas:
1. Gula dan fosfat sebagai induk tangga
2. Basa nitrogen, dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga:
G dengan S dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H (Hidrogen).
T dengan A dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H (hydrogen).
1. Gula dan fosfat sebagai induk tangga
2. Basa nitrogen, dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga:
G dengan S dihubungkan oleh ikatan lemah 3 atom H (Hidrogen).
T dengan A dihubungkan oleh ikatan lemah 2 atom H (hydrogen).
Replikasi DNA
Kemampuan DNA untuk membentuk DNA baru yang
sama persis dengan DNA asal (replikasi) disebut kemampuan autokatalik.
Sedangkan kemampuan DNA membentuk molekul kimia lain dari salah satu atau sebagaian rantainya disebut kemampuan heterokatalitik.
Peristiwa reolikasi DNA pertama – tama diselidikipada tahun 1957 oleh taylor dan kawan – kawan dengan menggunakan nitrogen radioaktif N15 yang dilembagakandalam timidin.
Timidin ialah senyawa antara timin dan deoksiribosa, percobaan taylor dan kawan – kawan ini diperkuat oleh penelitian meselson dan stahl (1958) dengan memberikan N dlam bentuk N15O3 pada bakteri Escherichia coli, yang hasilnya ternyata sel – sel anakan yang terjadi mengandung bahan radioaktif itu pula. Cara replikasi DNA berdasarkan percobaan meselson dan sthal ini disebut dengan cara semikonservatif yang banyak diterima oleh sebagian besar ahli biologi. Tiga hipotesis tentang terjadinya replikasi DNA adalah sebagai berikut.
Sedangkan kemampuan DNA membentuk molekul kimia lain dari salah satu atau sebagaian rantainya disebut kemampuan heterokatalitik.
Peristiwa reolikasi DNA pertama – tama diselidikipada tahun 1957 oleh taylor dan kawan – kawan dengan menggunakan nitrogen radioaktif N15 yang dilembagakandalam timidin.
Timidin ialah senyawa antara timin dan deoksiribosa, percobaan taylor dan kawan – kawan ini diperkuat oleh penelitian meselson dan stahl (1958) dengan memberikan N dlam bentuk N15O3 pada bakteri Escherichia coli, yang hasilnya ternyata sel – sel anakan yang terjadi mengandung bahan radioaktif itu pula. Cara replikasi DNA berdasarkan percobaan meselson dan sthal ini disebut dengan cara semikonservatif yang banyak diterima oleh sebagian besar ahli biologi. Tiga hipotesis tentang terjadinya replikasi DNA adalah sebagai berikut.
- Teori konservatif : menyatakan bahwa ulir rangkap (double helix) yang lama tetap (tidak berubah), dan langsung terbentuk ulir rangkap baru.
- Teori dispersive : menyatakan bahwa ulir rangkap terputus – putus. Lalu potongan – potongan tersebut memisah dan membentuk potongan – potongan baru yang akan bersambung dengan potongan – potongan lama; sehingga kembali menjadi 2 DNA yang sama persis.
- Teori semi konservatif ; menyatakan bahwa dua pita dari ulir rangkap memisahkan diri dan tiap – tiap pita yang lama mendapatkan pasangan pita baru seperti pasangannya yang lama, sehingga terbentuklah dua DNa yang sama persis.
Gambar; Tiga macam cara replikasi DNA: (a) teori konservatif, (b) teori dispersive, dan (c) teori semi konservatif.
Replikasi DNA berlangsung pada sel – sel muda , saat interfase (mitosis) . proses replikasi DNA ini melibatkan beberapa enzim antara lain sebagai berikut:
- Helikase untuk mempermudah membuka ulir rangkap DNA menjadi dua buah ulir tunggal.
- Polymerase, untuk menggabungkan deoksiribo nukleosida trifosfat.
- Ligase, untuk menyambung bagian – bagian ulir tunggal DNA yang baru terbentuk.
skema replikasi DNA secara semikonservatif
Semoga bermanfaat....
Air Sebagai Pelarut Universal
Pada kesempatan ini saya coba posting mengenai air sebagai pelarut universal. Kategori ini merupakan paparan ilmu kimia dasar yang sering di jumpai di sekolah tingkat menengah...
Pelarut yang sering digunakan adalah air. Hal ini disebabkan karena air
merupakan zat yang mudah di dapat dan mempunyai kemampuan tinggi untuk
melarutkan zat. Jika kita sedang memasak sayur, bermacammacam bumbu kita
masukkan untuk mendapatkan rasa yang sedap. Rasa tersebut merupakan
kombinasi rasa dari beberapa macam bumbu yang telah terlarut dalam air
(kuah). Karena kemampuan yang tinggi dalam melarutkan zat, air dinamakan
sebagai “pelarut universal”. Di dalam tubuh kita pun air melarutkan
makanan sehingga mudah dicerna. Apakah semua zat melarut sama baiknya di
dalam air? Untuk menjawab pertanyaan ini, coba perhatikan paparan Tabel
berikut ini :
Zat
|
Kelarutan
(per 100 gr)
|
Alkohol
Garam
Gula
Oksigen
Karbon Dioksida
|
Tidak
terbatas
36
211
0.0041
0.144
|
Berdasarkan Tabel di atas, dapat diungkapkan bahwa kelarutan berbagai macam zat dalam air tidak sama. Bandingkan kelarutan gula dan garam dalam air. Mana yang lebih mudah melarut? Mengapa kelarutan zat berbeda-beda? Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya? Perhatikan Gambar 5, Anda pasti akan menemukan jawabannya. Selain suhu, faktorKim. 06. Larutan Asam dan 6. Basa 13 faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah pengadukan (Gambar 5a), dan ukuran zat terlarut (luas permukaan sentuhan zat terlarut)
Demikian, semoga bermanfaat....
Dunia Pendidikan Indonesia
Tulisan saya kali ini akan mencoba megupas tentang kondisi Dunia Pendidikan Indonesia yang notabene semakin hari kian memprihatinkan. Tulisan ini saya sajikan berdasarkan pemikiran saya sendiri sebagai penulis di Blog ini tanpa ada satu maksud ataupun tujuan menyudutkan salah satu instansi/lembaga tertentu. Tulisan ini murni dari kecintaan saya terhadap Dunia Pendidikan Indonesia, walaupun sebenarnya saya sendiri bukanlah seseorang yang ikut andil atau terjun sendiri sebagai komponen insan Dunia Pendidikan di Indonesia.
Menyoroti tentang Dunia Pendidikan khususnya di Indonesia, saya punya kredit poin tersendiri yang sah-sah saja mengatakan bahwa kondisinya memang sangat memprihatinkan. Masyarakat umum pun saya rasa sudah tahu bahwa dari berbagai informasi media cetak ataupun elektronik hampir setiap saat mereka dijejali dengan segudang informasi yang secara pragmatis memberitakan tenteng hal itu. Mulai dari masyarakat kecil yang tidak mampu bersekolah, tentang sulitnya akses menuju sekolah, bahkan untuk fasilitas gedung sekolahnya pun ada yang sudah tidak layak ditempati alias rentan ambruk/roboh.Berkaca dari hal-hal tersebut, maka saya katakan bahwa Kondisi Dunia Pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan.
Hal paling mendasar yang menjadi sorotan kondisi memprihatinkan dari Dunia pendidikan Indonesia ini adalah menyangkut Infrastuktur. inilah yang selama ini menjadi hambatan pokok dalam kemajuan Dunia pendidikan di Indonesia, anda mungkin masih ingat betul di suatu daerah terpencil salah satu distrik di Papua, anak-anak bersekolah pergi dan pulang setiap harinya harus melalui medan tempuh yang sangat jauh untuk ukuran seorang anak usia SD, ditambah lagi harus melalui lembah ataupun aliran sungai yang setiap saat dapat membahayakan si anak didik tersebut. Belum lagi sesampainya di Sekolah, mereka dengan wajah riangnya harus konsentrasi mencerna semua pelajaran yang guru mereka berikan dengan harap-harap cemas, takut sewaktu gedung sekolah mereka yang beratapkan Asbes dan berdinding kayu ambruk menimpa mereka. Belum lagi kalau musim penghujan tiba, mereka harus rela belajar dengan kondisi atap bangunan sekolah bocor dimana-mana.
Infrastuktur, jelas merupakan masalah utama yang harus secepatnya diselesaikan para pemegang dan otoritas yang setiap saat duduk manis di Senayan sana. Karena, maju mundurnya suatu bangsa ditentukan dari pola pikir bangsa indonesia itu sendiri. Ya tentunya Dunia Pendidikan sangat mempunyai andil sebagai salah satu faktornya. Dengan anggaran 20% APBN dikucurkan untuk sektor pendidikan, saya rasa semestinya untuk tahun 2012 saja seharusnya setiap sekolah di indonesia harus mempunyai predikat gedung permanen. Namun kenyataannya, tidak sedikit ditemukan gedung sekolah, terutama di daerah terpencil masih ada dalam kondisi semi permanen, bahkan tidak layak pakai sebagai tempat pencetak generasi penerus bangsa. Inilah sebenarnya yang menjadi kendala terbesar yang melilit Dunia Pendidikan Indonesia. Belum lagi masalah pelik gaji para Pahlawan pendidikan di negara ini masih pas-pasan secara tidak langsung menambah potret suram Dunia Pendidikan di Indonesia.
Dunia Pendidikan Indonesia akan maju apabila aspek-aspek pemerintahan dari mulai pusat dan daerah mau bekerja keras secara bersama-sama untuk memajukannya, mulai dari pembangunan dan perbaikan fasilitas-fasilitas teknis dan non teknis dibawah ini :
- Gedung Sekolah berikut fasilitas penunjangnya
- Akses jalan raya
- Perbaikan pendapatan Guru
- Sistem pengajaran dan pembelajaran
Namun untuk mencapai ke-4 poin tersebut di atas, rasanya jauh panggang dari api. Hal itu dikarenakan, elemen-elemen pemerintah Republik ini masih saja tertidur pulas dan dininabobokkan dengan segudang kepentingan golongan bahkan pribadi mereka masing-masing. Belum lagi penyakit kanker korupsi mereka yang saya rasa sudah mencapai level stadium 4.
Dibalik kebobrokan tatanan sistem Pendidikan di negara kita ini, terdapat satu kebanggaan tersendiri apabila melihat anak-anak didik bangsa ini berhasil meraih juara umum berbagai kejuaraan Olympiade Sains tingkat dunia melawan negara-negara yang notabene sistem pendidikannya lebih maju dari kita. Nah, semoga dengan kegigihan para pendidik dan anak bangsa ini yang telah berhasil mengharumkan Bangsa dan Negara dikancah internasional akan membuat instansi pemerintah terkait melek mata dan mau sedikit berkorban memperjuangkan nasib Dunia Pendidikan Indonesia.
Pesan saya untuk para pengambil kebijakan di negeri ini adalah, Berkacalah pada Kasus Sipadan-Ligitan dan Ambalat !!!! ( lho ko g nyambung?? )
Ya sangat nyambung, karena manufer-manufer yang dilakukan tetangga sebelah Malaysia menyadarkan kita betapa pentingnya MEF bagi militer kita, supaya mempunyai efek tawar tinggi di dunia internasional. hehe...
Ya sangat nyambung, karena manufer-manufer yang dilakukan tetangga sebelah Malaysia menyadarkan kita betapa pentingnya MEF bagi militer kita, supaya mempunyai efek tawar tinggi di dunia internasional. hehe...
Nah, Dunia Pendidikan pun sama. Kalau selamanya Dunia Pendidikan kita seperti ini, ya selamanya juga kita akan dibodohi oleh bangsa lain. Ujung-ujungnya adalah tidak sedikit kekayaan negeri ini "diberikan" kepada bangsa lain untuk mereka eksploitasi. Inilah yang sedang terjadi dengan Bangsa Indonesia, Negara ini sedang kembali dijajah Ekonomi Kapitalisme Modern.
Apakah kita masih mau "Merdeka"?????
Bagaimana Pak Presiden, Pak Menteri, Pak gubernur dan Pak Bupati??????
Hehehe....
Semoga bermanfaat....
Amiiin.....
Langganan:
Postingan (Atom)
